Toba — Yayasan BARAKARSA bersama Sekolah Alam Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis kolaborasi melalui pelaksanaan Program Pendidikan, Pengabdian, dan Pemberdayaan Masyarakat dalam kegiatan Eksplorasi Budaya Nusantara (EBN) #5. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, selama 14–25 November, dengan melibatkan 40 volunteer dari berbagai daerah dan latar belakang keilmuan.
Program Eksplorasi Budaya Nusantara #5 dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai pendidikan, kepedulian sosial, pelestarian budaya, serta penguatan kapasitas masyarakat desa. Kehadiran para volunteer tidak hanya bertujuan untuk melakukan pengabdian, tetapi juga membangun interaksi sosial yang partisipatif bersama masyarakat Desa Sigapiton.
Fokus Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, EBN #5 menetapkan isu lingkungan dan kesehatan masyarakat sebagai program prioritas. Pada sektor lingkungan, kegiatan utama difokuskan pada Penanaman MIRA TANI (Kemiri Rakyat Tani). Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi hasil tani berbasis kearifan lokal.
Penanaman Kemiri Rakyat Tani dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat, perangkat desa, serta para volunteer. Selain menanam, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan, pengelolaan lahan berkelanjutan, serta potensi ekonomi dari tanaman kemiri bagi masyarakat desa.
Sementara itu, pada sektor kesehatan dilaksanakan Bakti Kesehatan Masyarakat yang meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi hidup bersih dan sehat, serta pendampingan kesehatan bagi warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Ruang Pembelajaran dan Penguatan Nilai Budaya
Sebagai bagian dari Eksplorasi Budaya Nusantara, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan budaya antara volunteer dan masyarakat lokal. Para peserta diajak untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal Desa Sigapiton yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat setempat.
Eldo Delamontano, S.Si., M.Par, selaku Project Leader, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi masyarakat maupun bagi para volunteer.
“Eksplorasi Budaya Nusantara #5 bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi juga proses pembelajaran bersama. Kami ingin para volunteer memahami bahwa pembangunan desa membutuhkan pendekatan kolaboratif, empati sosial, dan keberlanjutan,” jelasnya.
Komitmen Lembaga dan Apresiasi Pemerintah Desa
Founder Yayasan BARAKARSA, Muh. Arfah, S.KM., M.Kes, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi besar yayasan dalam menghadirkan program yang berdampak nyata di tengah masyarakat.
“Yayasan BARAKARSA berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendidikan dan pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui EBN #5, kami ingin memastikan adanya manfaat jangka panjang, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Hisar Butar-Butar, selaku Kepala Desa Sigapiton. Ia mengapresiasi kehadiran Yayasan BARAKARSA dan Sekolah Alam Palembang yang telah memilih Desa Sigapiton sebagai lokasi kegiatan.
“Kami merasa terbantu dengan adanya program ini. Penanaman kemiri dan bakti kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.
Harapan Keberlanjutan Program
Melalui pelaksanaan Eksplorasi Budaya Nusantara #5, Yayasan BARAKARSA dan Sekolah Alam Palembang berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan pemerintah desa dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan peduli lingkungan. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang berdampak nyata.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai budaya Nusantara dan semangat gotong royong.



